bicaralah seindah nyanyian,,,,



pilihan itu sukses,,,sukses itu pilihan

Kamis, 01 Maret 2012

DETEKSI DINI KEHAMILAN, KOMPLIKASI DAN PENYAKIT MASA KEHAMILAN MASA NIFAS 6 HARI POST PARTUM


DETEKSI DINI KEHAMILAN, KOMPLIKASI DAN PENYAKIT MASA KEHAMILAN MASA NIFAS 6 HARI POST PARTUM

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR ELAKANG
Masa nifas adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti prahamil, lama masa nifas ini yaitu 6-8 minggu. Dalam beerapa hari setelah melahirkan suhu badan ibu naik antara 37,2-37,8 ᵒC oleh karena reabsorbsi benda-benda dalam rahim dan mulainya laktasi, dalam, hal ini disebut dengan resorpsi. Hal ini adalah normal.
Infeksi nifas adalah suatu infeksi saluran reproduksi yang teerjadi selama proses persalinan atau setelah persalinan. Infeksi in i terjadi antara lain 2-10 hari setelah abortus atau setelah persalinan. Kenaikan suhu tubuh yang terjadi di dalam masa nifas dianggap sebagai infeksi nifas jika tidak ditemukan sebab-sebab ekstragenital.
Infeksi nifas merupakan morbiditas dan martalitas bsgi ibu pasca bersalin. Derajat komplikasi berfariasi sangat tajam mulai dari mastitis hingga adanya koagulasi intrafaskular diseminata.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dimaksud dengan nifas?
2.      Apa saja yang termasuk deteksi dini, komplikasi, dan kelainan masa nifas 6 hari pp?
3.      Apa yang dimaksud febris puerpuralis dan bagaimana gejala, pencegahan dan pengobatannya?
4.      Apa yang dimaksud dengan komplikasi saluran kencing dan bagaimana gejala, pencegahan serta pengobatannya?
5.      Apa yang dimaksud dengan puerpural mastitis dan bagaimana gejala, pencegahan serta pengobatnnya?
6.      Apa yang dimaksud dengan perdarahan dan bagaimana gejala, pencegahan dan pengobatannya?
7.      Apa yang dimaksud dengan post partum blues dan bagaimana gejala, pencegahan serta pengobatannya?
8.      Apa yang dimaksud dengan infeksi nifas dan bagaimana gejala, pencegahan dan pengobatannya?

C.     TUJUAN PENULISAN
1.      Menjelaskan pengertian nifas.
2.      Menyeutkan cara deteksi dini , komplikasi, dan kelainan masa nifas 6 hari pp.
3.      Ingin mengetahui febris puerpuralis dan bagaimana gejala, pencegahan dan pengobatannya.
4.      Ingin mengetahui komplikasi saluran kencing dan bagaimana gejala, pencegahan serta pengobatannya.
5.      Ingin mengetahui puerpural mastitis dan bagaimana gejala, pencegahan serta pengobatnnya.
6.      Ingin mengetahui perdarahan dan bagaimana gejala, pencegahan dan pengobatannya.
7.      Ingin mengetahui post partum blues dan bagaimana gejala, pencegahan serta pengobatannya.
8.      Ingin mengetahui infeksi nifas dan bagaimana gejala, pencegahan dan pengobatannya.

D.    METODE PENULISAN




















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Nifas
Masa nifas adalah masa setelah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat-alat kandungan seperti sebelum hamil yang berlangsung selama selama 6 minggu.
                                                                                    
B.     Macam – Macam Komplikasi dan Kelainan pada Masa Nifas
Komplikasi dan kelainan pada masa nifas adalah:
·         Febris puerpuralis
·         Komplikasi saluran kencing
·         Puerpural mastitis
·         Perdarahan (late HPP)
·         Post pertum blues
·         Infeksi nifas

1.      Febris Puerpuralis
Demam dalam nifas seagian besar disebabkan infeksi nifas, maka demam dalam nifas merupakan gejala penting dari penyakit ini. Demam dalam nifas sering juga disebut morbiditas nifas dan merupakan index kejadian infeksi nifas. Demam dalam nifas selain oleh infeksi nifas dapat juga disebabkan oleh pyelitis, infeksi jalan napas, malaria, tipes dan lain-lain.
Moriditas nifas ditandai dengan suhu mencapai 38ᵒC (100,4ᵒF) atau lebih pada 2 diantara 10 hari pertama postpartum, kecuali pada 24 jam pertama, dan diperoleh melalui pengukuran di mulut dengan teknik standart paling tidak 4 kali sehari.

Gejala
Kenaikan suhu yang lebih pada 2 hari diantara 10 hari pertama postpartum suhu mencapai 38ᵒC dengan mengecualikan hari pertama.

Pencegahan
-          Pemenuhan nutrisi yang adekuat
-          Istirahat yang cukup
-          Lingkungan yang bersih

Pengobatan
Dapat dilakukan dengan pembarian parasetamol 500 mg setiap 6 jam dan dikompres dengan menggunakan air dingin dan diletakkan pada ketiak.

2.      Komplikasi Saluran Kencing
Kejadian infeksi saluran kemih pada masa nifas relatif tinggi dan hal ini dihubungkan dengan hipotoni kandung kemih akibat trauma kandung kemih waktu persalinan, pemeriksaan dalam yang terlalu sering, kontaminasi kuman dari perineum, atau keteterisasi yang sering. Sistitis biasanya memberikan gejala berupa nyeri berkemih (disuria), sering berkemih, dan tak dapat menahan untuk berkemih.demam biasanya jarang terjadi. Adanya retensi urin pasca persalinan umumnya merupakan tanda adanya infeksi. Kebanyakan luka pada saluran kemih terjadi sepanjang panggul atau operasi perut, seperti pengangkatan rahim (histerektomi) atau usus (colektomi) atau perbaikan pada aneirysm aortic perut, atau selama ureteroscopy (seubah penelitian pada saluran kemih menggunakan pipa pelihat yang kaku atau elastis).

Gejala
Orang bisa mengeluhkan rasa sakit yang biasa pada perut atau panggul (daerah antara tulang rusuk dengan panggul), atau mereka bisa memberitahukan kebocoran air seni yang berasal dari luka mereka. Demam bisa menyertai infeksi yang disebabkan kebocoran air seni yang berlangsung lama. Darah bisa terlihat pada air seni.

Penyebab
1.      Trauma kandung kemih waktu persalinan
2.      Pemeriksaan dalam yang terlalu sering
3.      Kontaminasi kuman dari perineum, atau keteterisasi yang sering

Diagnosa
Karena luka saluran kemih jarang lebih mungkin menyebabkan beberapa gejala, sebuah luka pada saluran kemih tidak bisa dikenali dengan segera. Biasanya, dokter menduga sebuah luka ketika seseorang yang memiliki gejela telah melakukan proses operasi akhir-akhir ini atau ketika seseorang memiliki luka yang menembus perut. Ketika luka saluran kemih diduga, tes imaging diperlukan.
Tes inisial sering kali mengunakan computed tomography (CT) dengan pewarna radioaktif (senyawa kontras) atau urography secara infus. Kadang kala, retrigade urography (sebuah sinar X digunakan setelah pewarna radioaktif ditanam langsung kedalam ujung saluran kemih) kemungkinan dilakukan, kadang kala luka saluran kemih dikenali selama operasi.

Pengobatan  
Beberapa luka saluran kemih kecil bisa diobati dengan menempatkan pipa elastis pada saluran kencing melalui kandung kemih atau melalui ginjal via sayatan kecil di samping (percutaneous nephrostomy). Pengobatan ini mengalihkan air seni yang mengalir melalui saluran kemih, biasanya untuk 2-6 minggu, membiarkan saluran kemih untuk sembuh. Jika saluran kemih tidak sembuh meskipun menggunakan sebuah stent, operasi tambahan kemungkinan dibutuhkan. Pada orang dengan luka lebih berat, operasi kemungkinan dibutuhkan untuk memulihkan saluran kemih.
Pengobatan lainnya antara lain:
Antibiotik yang terpilih meliputi golongan nitrofurantoin, sulfanamid, trimetropin, sulfametoksazol, atau sefalosporin.

3.      Puerpural Mastitis
Mastitis adalah infeksi yang terjadi pada masa nifas dan peradangan pada mammae, yang disebabkan kuman, terutama staphylococcus aureus melalui luka pada puting susu, atau melalui peredaran darah.

Penyebab
1.      Payudara bengkak yang tidak disusui secara adekuat, akhirnya terjadi mastitis
2.      Puting lecet akan memudahkan masuknya kuman dan terjadi payudara bengkak
3.      Bra yang terlalu ketat mengakibatkan segmental engorgement, jika tidak sisusui adekuat maka bisa terjadi mastitis
4.      Ibu yang dietnya buruk, kurang istirahat, dan anemia akan mudah terkena infeksi

Gejala
Proses infeksi pada payudara menimbulkan pembengkakan lokal / di seluruh payudara merah dan nyeri. Biasanya didahului oleh puting lecet, payudara bengkak atau sumbatan saluran susu.
Gejala-gejala yang dirasakan adalah:
1.      Bengkak, nyeri pada seluruh payudara / nyeri lokal
2.      Kemerahan pada seluruh payudara / hanya lokal
3.      Payudara keras dan berbenjol-benjol
4.      Badan panas dan rasa sakit umum

Pencegahan
Perawatan puting susu pada waktu laktasi merupakan usaha penting untuk mencegah mastitis. Perawatan terdiri atas membersihkan puting dengan sabun sebelum dan sesudah menyusui untuk menghilangkan kerak dan susu yang sudah mengering. Selain itu yang memberi pertolongan pada ibu yang menyusui bayinya harus bebas dari infeksi dengan stafilococcus. Bila ada retak / luka pada puting, sebaiknya bayi jangan menyusu pada mammae yang bersangkutan sampai luka itu sembuh. Air susu ibu dikeluarkan dengan pijatan.

Pengobatan
1.      Berikan kloksasilin 500 mg setiap 6 jam selama 10 hari. Bila diberikan sebelum abses biasanya keluhannya akan berkurang
2.      Sangga payudara
3.      Kompres dingin
4.      Bila diperlukan berikan parasetemol 500 mg/oral setiap 4 jam
5.      Ibu harus didorong menyusui bayinya walau ada pus
6.      Ikuti perkembangan 3 hari setelah pengobatan
7.      Perbaiki posisi menyusui, terutama bila terdapat puting lecet
8.      Istirahat yang cukup dan makan yang bergizi
9.      Minum sekitar 2 liter per hari

4.      Perdarahan (Late HPP)
Perdarahan pervagina adalah perdarahan 500 cc atau lebih setelah kala III. Perdarahan post partum diagi menjadi dua, yaitu perdarahan primer dan perdarahan sekunder. Perdarahan primer adalah perdarahan yang terjadi dalam 24 jam pertam post partum yang disebabkan oleh atonia uteri, retensio plasenta, sisa plasenta, robekan jalan lahir terbanyak dalam 2 jam pertama.
Sedangkan perdarahan sekunder adalah perdarahan yang terjadi setelah 24 jam pertama post partum yang disebabkan oleh robekan jalan lahir dan robekan plasenta atau membran.

Penyebab
1.      Sisa plasenta
Perdarahan yang banyak dalam nifas hampir selalu disebabkan oleh sisa plasenta.
Terapi
Dengan perlindungan antibiotik sisa plasenta dikeluarkan secara digital atau dengan kuret besar. Kalau ada demam ditunggu dulu sampai suhu turun dengan pemberian antibiotik dan 3-4 hari kemudian rahim dibersihkan, tapi kalau perdarahan banyak maka rahim segera dibersihkan walau ada demam.

2.      Endometritis puerperalis
Perdarahan biasanya tidak banyak.

3.      Sebab – sebab fungsional
Dalam golongan ini termasuk:
·         Perdarahan karena hiperplasia glanduralis yang dapat terjadi akibat siklus yang anavulatoir dalam nifas.
·         Perubahan pada dinding pembuluh darah. Pada golongan ini tidak ditemukan sisa plasenta, endometritis ataupun luka.
·         Pendarahan luka
Kadang-kadang robekan serviks atau robekan rahim tidak di diagnosis sewaktu persalinan karena perdarahan pada waktu itu tidak menonjol. Beberapa hari post partum dapat terjadi perdarahan yang banyak.

Perawatan
·         Bila perdarahan berasal dari suatu luka, luka dirawat.
·         Bila perdarahan dari rongga rahim, dilakaukan kuratase, pemberian uterotonika misalnya ergometrin, pemberian antibiotik.

5.      Post Partum Blues
Post partum blues merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti kemunculan kecemasan, labilitas perasaan dan depresi pada ibu. Biasanya terjadi secara teori terjadi mulai minggu ke-4. Faktor yang menyebabkan terjadinya post partum blues bisa terjadi dari dalam dan luar individu, misalnya karena ibu belum siap mengahadapi persalinan, atau adanya perubahan hormon, payudara membengkak dan menyebabkan rasa sakit atau jahitan yang belum sembuh.

Penyebab


Gejala


Pengobatan


6.      Infeksi Nifas
Infeksi nifas adalah semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman-kuman ke dalam alat genital yang menyebabkan infeksi setelah persalinan, biasanya dari endometrium bekas luka insersi plasenta.

Penyebab
Pada umumnya disebabkan oleh bakteri aerob dan anaerob:
·         Streptococcus haemolyticus aerobicus
·         Stapylococcus aereus
·         Escherichia coli
·         Clostridium welchii

Cara terjadinya infeksi
·         Tangan pemeriksa atau penolong yang tertutup sarung tangan pada pemeriksaan dalam atau operasi membawa bakteri yang sudah ada dalam vagina ke dalam uterus. Kemungkinan lain adalah sarung tangan atau alat-alat yang dimasukkan ke dalam jalan lahir tidak sepenuhnya bees dari kuman.
·         Droplet infection. Sarung tangan atau alat-alat terkena kontaminasi bakteri yang berasal dari hidung atau ternggorokan dokter atau yang membantunya.
·         Hidung dan mulut petugas yang bekerja di kamar bersalin ditutup dengan masker dan penderita infeksi saluran pernapasan dilarang memasuki kamar bersalin.
·         Dalam RS banyak kuman-kuman patogen yang berasal dari penderita dengan berbagai infeksi. Kuman-kuman ini dapat dibawa oleh aliran udarakeman-mana antara lain ke handuk, kain-kain, alat-alat yang suci hama dan yang digunakan untuk merawt wanita dalam peersalinan atau nifas.
·         Coitus pada akhir kehamilan bukan merupakan sebab yang paling penting kecuali bila menyebabkan pecahnya ketuban.

Pengobatan
Sebaiknya segera dilakukan kultur dari sekret vagina dan serviks, luka operasi dan darah, serta uji kepekaan untuk mendapatkan antibiotika yang tepat. Berikan dosis yang cukup dan adekuat.
Sambil menunggu laboratorium berikan antibiotika spektrum luas. Pengobatan mempertinggi daya tahan tubuh seperti seperti infus, transfusi darah, makanan yang mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh, serta perawatan lainnya sesuai komplikasi yang dijumpai.










BAB III
PENUTUP


1.      KESIMPULAN

2.      SARAN

















DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar